Rabu, 08 Februari 2017

Kisah Nabi Ayub AS

 Nabi Ayub adalah cucu dari Nabi Ishaq bin Ibrahim as. Seluruh umat manusia mengenal beliau sebagai sosok seorang Nabi Allah yang memiliki tingkat kesabaran yang paling tinggi dalam menghadapi cobaan dari Allah swt.


Kekuranagan harta benda, menderita sakit yang berkepanjangan, dan bahkan kehilangan nyawa anak-anak beliau, semua itu tidak dapat meruntuhkan benteng keimanan Nabi Ayub as. Justru sebaliknya, semua itu semakin menambahkan cinta dan ketaatannya kepada Allah swt. Beliau senantiasa beribadah kepada Allah swt, dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit, dan kaya maupun miskin.

Di negeri tempatnya berpijak beliau dan keluarganya dikenal sebagai orang yang kaya-raya lagi dermawan. Harta yang melimpah ruah, rumah dan gedung-gedung indah yang dimilikinya, perhiasan emas dan perak, serta tanaman dan hasil bumi yang dihasilkannya, tidak menjadikan beliau sombong dan angkuh. Justru beliau dan keluarga (istri dan anak-anaknya) selalu membantu orang-orang fakir yang miskin, anak-anak yatim, dan janda-janda tua yang hidupnya serba kekurangan.

Oleh karena itu, tidak ada satu orang pun dari penduduk setempat yang meminta bantuan kepada keluarga Nabi Ayub, pulang  dengan tangan hampa. Tidak heran, apabila seluruh orang memuji atas kebaikkan dan kedermawanan beliau. Sanjungan tersebut tidak hanya datang dari golongan manusia, bahkan para malaikat pun turut memuji amal saleh yang dilakukan oleh Nabi Ayub as.

Cobaan Untuk Nabi Ayub

Nabi Ayub dikenal sebagai nabi yang sangat  kuat keimananya. Iblis merasa cemburu dan sakit hati mendengar pujian malaikat terhadap kekuatan iman Nabi Ayub. Iblis merayu Nabi Ayub agar meninggalkan perintah Allah .Namun, hal itu tidak berhasil.

Iblis menemui Allah dan berkata, “Tuhan, Ayub  itu sebenarnya tidak ikhlas sujud kepada-Mu. Dia hanya  menginginkan nikmat kekayaan dan anak sebagai pewarisnya.” Allah ingin membuktikan bahwa Nabi Ayub memang seorang yang beriman, sabar, dan tabah dalam menghadapi segala ujian. Kemudian, Allah memberikan izin kepada iblis untuk menghasut Ayub agar lalai beribadah.

Iblis  memusnahkan seluruh harta benda Nabi Ayub. Nabi Ayub pun menjadi bangkrut. Kemudian iblis merobohkan rumah Nabi Ayub. Seluruh anak-anak Nabi Ayub yang berada di dalam rumah meninggal. Kemudian, iblis  menyamar sebagai seorang lelaki. Iblis itu berkata kepada Nabi Ayub. “Tiada berguna engkau rajin beribadah karena  Allah Yang Maha Kuasa itu pun tidak mau menyelematkanmu.” Nabi Ayub menjawab, “Wahai iblis, semua yang aku miliki selama ini adalah pinjaman dari Allah saja. Kini sudah tiba saatnya Allah mengambilnya. Hanya Allah yang berkuasa atas segala-galanya.”

Iblis sangat marah, dia menemui Allah lagi dan menyatakan kekecewaannya. Untuk ketiga kalinya, Allah memberikan izin kepada iblis untuk mengganggu kesehatan Nabi Ayub. Iblis memasukkan sesuatu penyakit yang tidak ada obatnya ke dalam tubuh Nabi Ayub. Nabi Ayub menahan rasa sakit selama bertahun-tahun. Namun, segala rasa sakit tidak menghalangi ibadah Nabi ayub.

Penyakit Nabi Ayub semakin lama semakin parah. Sekalipun demikian, Nabi Ayub tetap tabah dan menerimanya sebagai cobaan dari Allah swt. Keimanannya kepada Allah swt tidak berkurang sedikitpun, justru beliau semakin rajin beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah swt. Iblis sangat kecewa dan tidak puas  dengan ketabahan Nabi ayub. Dengan demikin usaha iblis menjadi sia-sia.

Kesembuhan Nabi Ayub as

Penyakit  Nabi Ayub sangat parah sehingga ia hanya dapat berbaring. Semakin lama kondisinya semakin memburuk. Penyakit ini ia derita  sudah 18 tahun.

Masyarakat di sekitarnya melupakan kedermawanan  Nabi Ayub. Selama beliau sakit, seluruh  penduduk disekitarnya mengasingkan dirinya. Hanya istrinya yang mengurus segala keperluan Nabi ayub. Namun, iblis selalu menghasut istri Nabi Ayub yang bernama Rahmah. Iblis membisikkan kebencian ke dalam hati istri Nabi Ayub. Pada suatu hari, istri Nabi Ayub mengatakan hal-hal yang menyakiti  Nabi ayub. Nabi Ayub pun sangat sedih. Ia bersumpah apabila ia sembuh kelak, ia akan memukul istrinya sebanyak 100 kali.

Pada saat kondisi Nabi Ayub semakin lemah, Allah menurunkan wahyu kepadanya, “Hentakanlah kakimu sehingga muncul air yang sejuk untuk mandi dan minum.”

Nabi Ayub menghentakan kakinya ke tanah sehingga air  keluar. Air tersebut digunakan untuk mandi dan minum Nabi Ayub. Tidak lama kemudian, tubuh Nabi Ayub kembali sehat. Bahkan. Ia lebih sehat dan kuat dibanding sebelumnya.

Setelah sembuh, istri Nabi Ayub kembali kepada suaminya Nabi Ayub teringat dengan sumpahnya. Namun, ia tidak sampai hati memukul istrinya. Oleh karena itu, ia  tidak dapat  memenuhi sumpahnya. Setelah itu, turunlah perintah Allah agar Nabi Ayub melaksanakan sumpahnya. Ia diperintah memukul istrinya menggunakan 100 helai rumput yang diikat.

Kisah Nabi Ayub ini telah diceritakan dalam Al-Quran Surat Shaad ayat 41-44 yang artinya, “Dan ingatlah akan hamba Kami Ayub ketika ia menyeru Tuhannya, “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan” (Allah berfirman). “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum.” Dan Kami anugerahi dia (dengan mengumpulkan kembali) keluarganya dan (kami tambahkan) kepada mereka sebanyak mereka pula sebagai rahmat dari Kami dan pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai pikiran. Dan ambillah dengan tanganmu seikat (rumput), setelah itu pukullah  dengan ikatan rumput itu kepada istrimu agar kamu tidak melanggar sumpah. Sesungguhnya Kami dapati dia (Ayub) seorang yang sabar. Dialah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya)”

Kesabaran Nabi Ayub dapat dijadikan contoh bagi kita. Sebaiknya kita tidak cepat mengeluh pada saat menghadapi kesusahan dan hidup. Jangan mudah putus asa, kita sebagai umat islam hanya menjalani takdir Alloh. Semua sudah diatur Alloh. Selalu berbaik sangka pada apa yang sedang terjadi.

Sabtu, 04 Februari 2017

Mengapa Harus Menjadi Remaja Unggul?

Karena menjadi remaja unggul lah kehidupan yang saat ini kamu jalani menjadi berarti,lebih bermakna dan bermanfaat.Kamu dituntut untuk menelusuri hidup kamu, menemukan kelebihan kelebihan mu dan juga kelemahan mu. Beberapa alasan kamu harus menjadi remaja unggul:

1.Karena kamu diciptakan Tuhan untuk menjadi remaja unggul
    Tidak mungkin Tuhan menciptakan segala sesuatu tidak ada maksudnya, dan tidak mungkin juga sia sia. Kamu adalah remaja unggul yang luar biasa karena berhasil menjadi pemenang dari jutaan calon bibit bayi lainnya.

2.Karena hati kecil kamu juga bersuara agar kamu menjadi remaja unggul
    Setiap manusia pasti bisa merasakan suara hati kecilnya.Dan hati kecil tidak bisa berbohong. Hati kecilmu dengan samar samar membisikkan agar kamu segera menjadi remaja unggul.

3.Karena orang tua kamu selalu mendo'akan keunggulan mu
    Dalam setiap kesempatan, orang tua pasti selalu mendo'akan kita agar kita menjadi remaja yg sholih, pintar, berhasil. Orang tua pasti menginginkan anak anaknya menjadi unggul, sukses.

4.Karena lingkungan sosial membutuhkan keunggulan kamu
    Percayalah bahwa lingkungan sosial selalu membutuhkan keunggulan kamu sebagai seorang remaja.Karena kamu adalah generasi muda negara.

5.Karena kehidupan kamu akan membimbing mu menjadi remaja unggul
    Ibarat magnet yang saling tarik menarik, bila kamu menjadi remaja unggul dan berkualitas maka hidup yang berkualitas pun akan datang menghampiri kamu. Walaupun tidak mudah, namun yakinlah bahwa kehidupan mu akan dipenuhi nilai positif yang akan membimbing mu menjadi remaja unggul.

6.Karena kamu memang remaja unggul
    Kamu sebenarnya adalah remaja unggul.Masalah nya apakah kamu menyadari keunggulan mu atau tidak. Kalau kamu merasa memiliki kelemahan kelemahan, percayalah  ada sejumlah kelebihan yang masih tersimpan dalam diri kamu sendiri. Kamu tinggal menggalinya.

"Good Luck, Believe you is superior adolescent"

Jumat, 03 Februari 2017

Perkenalan

Haii.. Selamat pagi,siang,malam.
Perkenalkan nama saya Dwi Kurnia, biasa dipanggil Nia,Bu Ustadzah, Bu Nia hahaa kaya panggilan orang tua kan? Saya masih duduk di kelas IX SMP. Hobi saya Mengaji, Baca Al Qur'an, belajar, ngelucu bareng Temen dll. Cita cita saya jadi orang yang sukses dunia akhirat, menjadi tahfidz Al Qur'an, membanggakan kedua orang, jadi anak yang sholihah. Saya termasuk orang yang ingin punya masa depan cerah, dengan kalimat itu saya jadi termotivasi, lebih bersemangat, tidak putus asa, tidak males malesan, pastinya selalu memohon do'a dari orang tau, dan lebih meningkatkan ibadah saya..

Sekiranya cukup untuk perkenalan kali ini. Terimakasih